Perkuat Ketahanan Pangan 10 Komoditas, PT RNI Ajukan Mata Uang Rupiah 1,6 Ribu Miliar Pernyertaan Modal Negara
Jakarta – PT Rajawali Nusantara Indonesi (RNI) meminta-minta Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rupiah 1,6 triliun untuk pendanaan kegiatan pemerintah merupakan Cadangan Pangan pemerintahan (CPP). Cadangan pangan ini adalah komoditas gula, daging sapi, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, cabai, bawang merah, ikan kembung, juga daging kerbau.
“Sebagai BUMN Holding pangan, ID Food dibentuk untuk menguatkan ketahanan pangan nasional,” kata Direktur PT RNI, Frans Marganda Tambunan, ketika menyampaikan presentasinya untuk Komisi VI pada Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 10 Juli 2024.
Selain itu, Frans menyampaikan ID Food berperan penting sebagai offtaker komoditas pangan melalui jaringan kemitraan seperti petani, peternak dan juga nelayan. Dari 13 komoditas pangan di Indonesia, ID Food hanya sekali mengatur 10 komoditas.
“PMN tunai yang mana diajukan akan digunakan untuk membiayai pelaksaan kegiatan pemerintah CPP,” kata dia.
Frans mengatakan pengajuan PMN ini juga lantaran keadaan pada ID Food sedang bermasalah. Dia memaparkan kondisi utang perbankan yang dimaksud terlalu tinggi pada 2023, mengakibatkan beban bunga Rupiah 626 miliar tiap tahun. Selain itu, produksi perberasan, DOC, lalu beberapa jumlah komoditas lain juga tak tercapai akibat kendala operasional dan juga keterbatasan modal kerja.
“Belum tercapainya efisiensi melawan kegiatan operasional perusahaan,” kata dia.
Oleh dikarenakan itu, beliau mengatakan, PMN tunai ini akan menguatkan BUMN Holding pangan di melaksanakan inisiatif pemerintah CPP. Selain itu, suntikan dana ini juga akan memperbaiki lingkungan pangan serta menurunkan disparitas harga.
Manfaat bagi rakyat dan juga sosial, Frans mengumumkan akan meningkatkan perekonomian bagi petani, peternak, serta nelayan. “Peningkatan pendapatan pemerintah melalui penerimaan pajak,” ujarnya.
Selain PT RNI, beberapa jumlah BUMN seperti PT Asabri, PT Bio Farma, lalu PT Bahana Pembinaan Usaha Negara Indonesia atau Indonesia Financial Group (IFG) juga mengajukan PMN di rapat dengan pendapat di dalam Komisi VI DPR. Adapun, PT Asabri mengajukan Rupiah 3,61 triliun, PT Bio Farma sebesar Simbol Rupiah 2,21 triliun, serta PT IFG sebesar Rupiah 3 triliun.
Artikel ini disadur dari Perkuat Ketahanan Pangan 10 Komoditas, PT RNI Ajukan Rp 1,6 Triliun Pernyertaan Modal Negara




