Jokowi Kumpulkan Menteri di Istana, Zulhas: Bahas Pembentukan Badan Pengelola Kakao
Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi memanggil beberapa menteri Kabinet Tanah Air Maju ke Istana Kepresidenan DKI Jakarta pada Rabu, 10 Juli 2024. Mereka akan rapat internal mengkaji pembentukan badan pengelola kakao.
Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolni, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Industri Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani berdatangan lewat pintu depan Istana Negara sejak pukul 13.00 WIB.
“Bahas kakao kemudian kelapa. Bukan (hilirisasi), untuk bentuk badannya,” kata Zulhas sebelum rapat. Menteri lain tidaklah menyampaikan keterang apapun sebelum bertemu Jokowi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Negara Indonesia memproduksi biji kakao seberat 641,7 ribu ton sepanjang 2023. Volume ini turun 1,36 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Adapun kakao Nusantara paling banyak dihasilkan oleh provinsi-provinsi dalam Pulau Sulawesi lalu Sumatera.
Indonesia pada tahun 2020, memperoleh predikat sebagai produsen kakao terbesar ketiga dalam dunia, hanya saja terpaut oleh Pantai Gading juga Ghana serta melampaui Nigeria juga Kamerun yang mana menduduki peringkat ke-4 lalu ke-5.
Sementara itu, HR biji kakao periode Juli 2024 ditetapkan sebesar Dolar Amerika 9.486,86/MT, meningkat sebesar Simbol Dolar 1.230,36 atau 14,90 persen dari bulan Juni 2024. Hal ini berdampak pada peningkatan
Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Juli 2024 berubah jadi Simbol Dolar 9.022/MT, naik Simbol Dolar 1.197 atau 15,29 persen dari periode sebelumnya.
Artikel ini disadur dari Jokowi Kumpulkan Menteri di Istana, Zulhas: Bahas Pembentukan Badan Pengelola Kakao




