Yuan China Makin Populer, Simpanan di area Hong Kong Tembus Rp2.308 Billion

JAKARTA – Simpanan yuan China pada Hong Kong mencapai 1,06 triliun yuan (USD149,5 miliar) setara Rp2.308 triliun (kurs Rp15.441 per USD) pada bulan Juli 2024, untuk semakin meningkatkan kekuatan peran Hong Kong sebagai pusat offshore yuan hub terbesar. Simpanan yuan per Juli melebihi 1 triliun yuan untuk bulan keempat meskipun menurunkan 0,4%, menurut data Otoritas Moneter Hong Kong.
Total pengiriman uang yuan di kegiatan perdagangan lintas batas mencapai 1,28 triliun yuan, atau 1,6% lebih lanjut tinggi dari pada bulan Juni.
Peningkatan sentimen bursa ekuitas kemudian meningkatnya permintaan perusahaan akan yuan untuk penyelesaian perdagangan dan juga modal kerja sudah berkontribusi pada lonjakan simpanan yuan di tempat Hong Kong, menurut para analis.
Indeks Hang Seng naik 7% pada kuartal kedua, pulih dari kemerosotan 14% pada tahun 2023 juga penurunan 3% pada tiga bulan pertama tahun ini. Volume perdagangan oleh pemodal China daratan yang dimaksud membeli dan juga mengedarkan saham dalam Hong Kong melalui mekanisme Stock Connect juga melonjak pada bulan April dan juga Mei, masing-masing rata-rata 35 miliar yuan lalu 52 miliar yuan, dibandingkan dengan 28 miliar yuan pada kuartal pertama.
“Semua ini adalah indikasi bahwa investor, khususnya penanam modal daratan, yang digunakan sebelumnya duduk di dalam sela-sela dikarenakan sentimen bursa yang dimaksud lemah pada satu tahap, kembali, kemudian merek menghadirkan likuiditas dia ke Hong Kong,” kata Kelvin Lau, ekonom senior Greater China di dalam Standard Chartered Bank (HK) seperti dilansir South China Morning Post.
Simpanan yuan dalam Hong Kong terus meningkat di beberapa tahun terakhir, didorong oleh “kebutuhan kegiatan bisnis lalu permintaan pemodal untuk memegang mata uang,” tambahnya.
“Hong Kong tidaklah perlu hanya saja mengandalkan kegiatan terkait bursa saham untuk menumbuhkan simpanan renminbi-nya,” kata Lau.
“Ada berbagai alasan lain yang kami yakini bahwa pengguna internasional memegang lebih tinggi sejumlah simpanan renminbi, secara struktural,” bebernya.
Indeks globalisasi renminbi Standard Chartered, yang dimaksud melacak tingkat internasionalisasi yuan, naik ke rekor tertinggi 5.324 pada Juli, menunda kenaikan 17% pada tahun ini.




