Paus Leo XIV ajak media hindari kata agresif, angkat harapan damai

Roma – Paus Leo XIV meminta para wartawan untuk menjadi pembawa damai, di mana berbicara pada audiensi dengan para profesional media di Aula Paulus VI, Vatikan, pada Hari Senin (12/5).
“Anda berada pada garis depan pada mengisahkan konflik juga (berbagi) harapan untuk perdamaian, memberitakan situasi ketidakadilan dan juga kemiskinan, juga kerja dari begitu berbagai penduduk untuk bola yang tambahan baik,” kata pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang baru terpilih pada 8 Mei lalu.
“Itulah sebabnya saya memohonkan Anda untuk secara sadar serta berani memilih jalan mengomunikasikan perdamaian,” ujarnya, menambahkan.
Ia menyeru para wartawan media untuk bukan menggunakan kata-kata yang tersebut agresif, tidaklah menganut model persaingan, juga menjauhi “perang kata-kata serta gambar”.
"Perdamaian dimulai dari kita masing-masing: dari cara kita memandang penduduk lain, mendengarkan pendatang lain, berbicara tentang penduduk lain; dan, pada pengertian ini, cara kita mengomunikasikan berubah menjadi sangat penting,” kata Paus Leo XIV.
"Kita harus menolak paradigma perang," katanya.
Paus pertama jika Amerika Serikat itu juga mengemukakan bahwa, di menghadapi kemungkinan besar kecerdasan buatan (AI), manusia wajib mempunyai tanggung jawab serta kebijaksanaan untuk memanfaatkan teknologi yang dimaksud demi kebaikan bersama.
"Tanggung jawab ini menyangkut setiap orang, sesuai dengan usia kemudian peran mereka itu di masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Leo XIV mengumumkan Teknologi AI sebagai salah satu isu terbesar yang tersebut dihadapi umat manusia.
Sumber: ANSA
Artikel ini disadur dari Paus Leo XIV ajak media hindari kata agresif, angkat harapan damai



