Denny JA Bentuk Wadah Kreator Era Kecerdasan Buatan Dukung Inovasi juga Kreativitas pada Indonesia

JAKARTA – Denny JA meluncurkan inisiatif terbaru yang tersebut revolusioner, forum Kreator di area Era Teknologi AI (KEA). Wadah ini bertujuan untuk menghubungkan berbagai kreator dari berbagai disiplin ilmu di era kecerdasan buatan yang sedang tumbuh pesat.
“Artificial Intelligence telah memasuki setiap aspek peradaban kita juga akan menghadirkan inovasi yang mana terpencil lebih banyak signifikan daripada listrik, mesin uap, atau teknologi cetak,” ujar Denny JA di keterangannya, Awal Minggu (16/9/2024).
“Untuk itu, kami membentuk KEA sebagai wadah bagi para kreator untuk berbagi pengetahuan kemudian pengalaman mengenai pemanfaatan Teknologi AI di karya mereka,” sambungnya.
Denny menjelaskan KEA tidaklah semata-mata terbuka untuk penulis tetapi juga untuk pelukis, musisi, pembuat film, teater, serta game developer. Di forum ini dia menambah ilmu pengetahuan, sharing pengalaman masalah apa yang mana bisa saja didayagunakan dari Artificial Intelligence untuk karya mereka.
Forum ini akan menjangkau 6 pulau dari Sumatera, Jawa, Bali-NTT-NTB, Kalimantan, Sulawesi, lalu Maluku-Papua. Pertemuan ini juga akan menjangkau 38 provinsi seluruh Indonesia.
Denny JA mengemukakan tiga alasan mengapa forum untuk sharing perihal Artificial Intelligence pada antara para kreator serta umum luas diperlukan. Pertama, percepatan kreativitas. Teknologi AI dapat mempercepat proses kreatif di berbagai bentuk, mulai dari penulisan hingga pembuatan musik.
“Contoh konkret adalah orang penulis yang dapat memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk menyusun draf awal yang kemudian dipoles dengan sentuhan pribadi. Misalnya, orang penulis dapat menggunakan Kecerdasan Buatan untuk menyusun draf cepat, yang dimaksud kemudian diperhalus secara manual,” jelasnya.
Kedua, pengembangan tak terbatas. Artificial Intelligence membuka potensi pengembangan pada berbagai bidang seni, memungkinkan kreator menciptakan karya yang digunakan sebelumnya tak terbayangkan. “Contohnya, musisi dapat menggunakan Teknologi AI untuk menciptakan pengumuman atau komposisi musik baru yang mana unik,” ucapnya.
Ketiga adalah kolaborasi global. Menurutnya, Artificial Intelligence memungkinkan kolaborasi tanpa batas geografis, menghubungkan kreator dari seluruh dunia.
“Seorang pembuat film dalam Indonesia bisa jadi bekerja dengan animator dari belahan dunia lain melalui jaringan AI, menghasilkan kembali karya sama-sama dengan lebih tinggi efisien. Diskusi dengan skala nasional, juga pelan-pelan akan global ini, dengan Teknologi AI sebagai perekatnya adalah forum yang tersebut tepat waktu,” pungkasnya.






