Nasional

RI siapkan 200 “caregiver” perempuan untuk bekerja di dalam Singapura

Ibukota – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Kementerian Pemberdayaan Perempuan juga Pelindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) lalu Duta Besar RI Singapura mematangkan prospek penempatan 200 pekerja migran perempuan sektor perawatan (caregiver) di dalam Singapura.

"Kami akan siapkan skemanya juga akan mencoba mempersingkat waktu bagi calon pekerja migran untuk pengurusan dokumen," kata Wakil Menteri P2MI Christina Aryani ketika rapat daring, Rabu, sebagaimana rilis pers KemenP2MI pada Jakarta.

Christina menyatakan proyek percontohan (pilot project) kegiatan yang dimaksud akan melibatkan 200 pekerja perempuan yang mana sudah dilengkapi pelatihan bagi caregiver lanjut usia.

Dia menegaskan dirinya akan mengawal serangkaian penempatan caregiver lansia pada Singapura.

Dia juga akan melibatkan beberapa pejabat ke lingkungan Kementerian P2MI untuk membicarakan hal-hal teknis, skema serta perjanjian yang mana akan dikerjasamakan, salah satunya pelibatan KemenPPPA serta Kemenaker.

Dia menambahkan bahwa apabila proyek percontohan penempatan pekerja migran caregiver dengan keterampilan yang dimaksud berjalan baik, maka hal itu bisa jadi direplikasi juga dikembangkan ke bermacam negara penempatan lainnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan serta Pelindungan Anak (PPPA) Veronika Tan mengemukakan dirinya juga ingin pelatihan serta penyiapan perempuan calon pekerja migran caregiver itu bisa saja dipercepat.

"Paling cepat 2 minggu, paling lambat 4 minggu," katanya.

Proyek percontohan penempatan pekerja perempuan sektor perawatan ke Singapura itu menjadi bagian dari inisiatif care economy ke KemenPPPA yang mana bertujuan meningkatkan ekonomi, profesi kemudian standardisasi perempuan-perempuan Indonesia.

Dengan proyek tersebut, beliau berharap kemampuan serta kegiatan ekonomi pekerja migran domestik perempuan mampu meningkat.

Adapun Duta Besar Indonesi untuk Singapura Suryo Pratomo menambahkan bahwa lembaganya akan mempertemukan agensi tenaga kerja dalam negara itu dengan Kementerian P2MI.

"Tujuannya, membicarakan teknis lalu keperluan pekerja migran di Singapura dan juga kesepakatan menggunakan pelatihan lalu skema penempatan," imbuhnya.

Artikel ini disadur dari RI siapkan 200 “caregiver” perempuan untuk bekerja di Singapura

Related Articles

Back to top button