Bisnis

OJK : Total Kredit Berkelanjutan Sektor Keuangan Tembus Rp1.959 Billion per 2023

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan data realisasi penyaluran kredit keberlanjutan kemudian hijau bidang perbankan yang tersebut terus meningkat sejak 2019.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Keuangan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan bahwa total kredit atau pembiayaan berkelanjutan terus menunjukkan kenaikan, dimana tahun 2019 cuma Rp927 triliun kemudian 2023 menjadi Rp1.959 triliun.

“Total kredit atau pembiayaan berkelanjutan terus menunjukkan kenaikan, dimana pada tahun 2019 semata-mata sebesar Rp927 triliun, kemudian 2020 naik menjadi Rupiah 1.181 triliun, tahun 2021 sebesar Mata Uang Rupiah 1.409 triliun, tahun 2022 sebesar Rupiah 1.571 triliun, kemudian pada tahun 2023 kembali meningkat mencapai Mata Uang Rupiah 1.959 triliun,” ungkap Dian di jawaban ditulis RDKB OJK, Hari Sabtu (14/9/2024).

Menurut Dian, hal yang dimaksud dipengaruhi oleh dorongan baik dari regulator maupun stakeholders sehingga perbankan semakin menganggap aspek pembiayaan berkelanjutan ini sangat penting.

Selain itu, realisasi penyaluran dalam menghadapi mengacu pada kategori berkelanjutan sebagaimana POJK 51/2017 kemudian POJK 60/2017 yang tersebut direvisi pada POJK 18/2023 terkait pendefinisian Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL).

Sebagai acuan kategori keberlanjutan yang tersebut lebih lanjut spesifik, ketika ini OJK telah terjadi menerbitkan Taksonomi Hijau Indonesia (THI) kemudian Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dimana telah terjadi terdapat pendefinisian serta kategorisasi pembiayaan keberlanjutan.

Dengan demikian, bank dapat mengacu kategori berkelanjutan pada masing-masing sektor juga sub sektor berdasarkan ketentuan lalu panduan tersebut.

OJK mengawasi tantangan utama yang dihadapi adalah sinergi dan juga sinkronisasi kebijakan, dukungan dari sektor riil dan juga penerapan di tempat level UMKM dan juga peningkatan kapasitas SDM di dalam Bank untuk memahami, menilai juga mempersiapkan aksi mitigasi kemudian adaptasi di transisi menuju peningkatan sumbangan pada sektor ekonomi yang dimaksud keberlanjutan.

“OJK juga akan terus melakukan update regulasi/kebijakan guna menyokong pencapaian Net Zero Emissions (NZE) juga berupaya untuk menggalakkan perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit pada segmen hijau serta keberlanjutan dengan mengikuti standar internasional/best practice/tuntutan stakeholder,” jelas Dian.

Oleh oleh sebab itu itu, diskusi serta sinergi dukungan kebijakan dengan kementerian terkait juga terus dilaksanakan oleh sebab itu membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk mempersiapkan kerangka perekonomian yang digunakan berkelanjutan secara berkesinambungan untuk mencapai target nasional net zero emission di area tahun 2060 atau lebih tinggi cepat.

Related Articles

Back to top button