Tiki-Taka Bea Cukai Gairahkan Ekspor Barang Lokal

JAKARTA – Para penggila sepakbola pasti tahu apa itu Tiki-Taka.Ya Tiki-Taka merupakan salah satu penemuan terbesar di tempat bidang sepakbola. Strategi yang dimaksud diperagakan Barcelona FC kemudian Timnas Spanyol ini berhasil menyihir para penggila sepakbola dunia.
Ciri khas dari Tiki-Taka adalah umpan-umpan pendek cepat antarpemain dari pertahanan sendiri hingga menembus pertahanan lawan. Pemain menjemput bola dekat gawang sendiri.Ada saling pengertian antarpemain yang sangat bagus sehingga bisa jadi menyeberangi lawan juga menghasilkan kembali gol.
Di bidang yang tersebut berbeda, disadari atau tidak, strategi Tiki-Taka ini turut diperagakan Bea Cukai . Mereka melakukan berbagai upaya agar barang lokal bisa jadi lancar masuk ke lingkungan ekonomi internasional (ekspor). Dari hulu hingga hilir.
Ambil contoh di membantu ekspor hasil pada negeri. Bea Cukai melakukan jemput bola, dari mulai edukasi hingga informasi mengenai ekspor untuk pelaku usaha. Selanjutnya menggalang iklim usaha dengan berbagai peraturan dan juga memudahkan dan juga melakukan konfirmasi barang dapat dikirimkan ke pasar internasional dengan lancar tanpa kendala.
Bea Cukai hadir di Festival Ekspor Jawa Timur 2024 di dalam Hotel Shangri-La, Surabaya, Rabu (7/8/2024). Dalam festival ini Bea Cukai memberikan layanan dan juga informasi untuk para pelaku perniagaan berorientasi ekspor.
“UMKM (usaha mikro, kecil, juga menengah) Binaan Bea Cukai Malang, yaitu BUMDesma Singosari LKD turut mendapatkan penghargaan dengan kategori Desa Peluang Ekspor,” kata Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan serta Hubungan Publik Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur (Jatim) I, Nangkok P Pasaribu.

Pegawai Bea Cukai mengamati proses produksi tekstil diPT Suryamandiri
Tekstilbuana,Jakarta Utara. Foto/Humas Bea Cukai
Di Jakarta, Bea Cukai membantu ekspansi industri produsen tekstil lokal. Kanwil Bea Cukai DKI Jakarta berikan izin infrastruktur kawasan berikat pada PT Suryamandiri Tekstilbuana. Organisasi manufaktur yang dimaksud bergerak di area bidang tekstil atau pakaian yang terlibat sejak tahun 2019.
Berlokasi pada Ibukota Utara, PT Suryamandiri Tekstilbuana memproduksi pakaian seragam kemudian memasarkan produknya ke bursa global, seperti New Zealand kemudian Australia. “Izin prasarana kawasan berikat ini kami berikan untuk PT Suryamandiri Tekstilbuana sebagai dukungan untuk ekspansi bidang usaha yang semakin efisien,” ujar Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Rusman Hadi.
Kawasan berikat adalah tempat penimbunan berikat untuk menimbun barang impor dan/atau barang yang tersebut berasal dari tempat lain di tempat pabean, guna diolah atau digabungkan sebelum dikirim ke luar negeri atau diimpor untuk dipakai. Barang-barang yang dimaksud diimpor guna diolah juga digabungkan yang disebutkan mendapatkan penangguhan bea masuk, tidaklah dipungut PPN, PPnBM, lalu PPh pasal 22 impor.
Fasilitas kawasan berikat ini diberikan pemerintah, melalui Bea Cukai untuk memacu terciptanya daya saing barang Indonesia. Menghasilkan iklim pembangunan ekonomi yang dimaksud semakin kondusif, memperluas lapangan kerja, memacu ekspor, serta meningkatkan perkembangan perekonomian nasional.






