Nasional

Blusukan ke Tanah Abang, Jusuf Hamka Bilang Bukan untuk Dongkrak Elektabilitas

Jakarta – Pebisnis sekaligus politikus Partai Golkar Jusuf Hamka alias Babah Alun blusukan di Pasar Tanah Abang, Kamis, 1 Agustus 2024. Dia mengaku kedatangannya tak ditujukan untuk menyokong elektabilitas untuk forward ke Pemilihan Kepala Daerah atau Pemilihan Kepala Daerah Jakarta. 

“Saya enggak di mendongkrak elektabilitas,” kata Hamka ketika ditemui wartawan ke Pasar Tanah Abang Blok A, Kamis, 1 Juli 2024.

Hamka menyatakan bahwa dirinya tak pernah berniat untuk mencari jabatan apa pun, diantaranya berubah menjadi gubernur atau duta gubernur Jakarta. Dia mengemukakan semua kemungkinan terhadap masyarakat Jakarta. 

“Kalau warga menghendaki lalu Allah rida, kun fayakun. Saya jalankan,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Hamka mengaku tak menyangka bahwa berbagai warga DKI Jakarta yang digunakan antusias dengan kehadirannya ketika blusukan dalam Pasar Tanah Abang. “Tenyata sejumlah fans saya,” tuturnya. 

Hamka mengklaim bahwa dirinya tak tahu mengapa ada penjual yang mana mengedarkan kaos bermuatan dukungan kepadanya. Dia menyatakan bahwa kunjungannya ke Pasar Tanah Abang tidak untuk berkampanye. 

“Saya juga enggak ngerti, dikasih ini (kaos) gratis. Jadi mereka sudah ada buatin sendiri,” ucapnya.

Hamka menyampaikan bahwa kunjungannya ke pangsa bukanlah kegiatan yang tersebut baru ia lakukan. Selain Pasar Tanah Abang, kata Hamka, ia kerap mengunjungi Pasar Loak Jembatan Item. Dia juga mengumumkan bahwa dahulu pernah membuka Warung Pojok Halal dalam Pasar Tanah Abang. 

Hamka tiba di lobi timur Blok A pada pukul 11.47 WIB. Dia datang berjalan kaki dari parkiran mobil bersatu timnya. Hamka datang mengenakan kemeja warna kekuningan senada dengan warna khas partainya.

Dia mengaku sengaja datang untuk berbelanja. “Lihat-lihat saja, sambil belanja. Apa yang mana ada nanti kita lihat,” kata Hamka. 

Artikel ini disadur dari Blusukan ke Tanah Abang, Jusuf Hamka Bilang Bukan untuk Dongkrak Elektabilitas

Related Articles

Back to top button