Kereta Segera Whoosh belum Mencapai Target 31 Ribu Penumpang per Hari
Jakarta – General Manager Corporate Secretary PT Kereta Kilat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa mengungkapkan hingga ketika ini kereta cepat Whoosh telah dilakukan berjualan lebih tinggi dari 4,2 jt tiket, sejak beroperasi secara komersial pada 17 Oktober 2023.
Menurut Eva, pada waktu ini rata-rata penumpang harian Whoosh berkisar antara 16 hingga 18 ribu pada hari kerja. Sedangkan pada akhir pekan, jumlahnya dapat meningkat hingga mencapai 18-22 ribu penumpang.
Adapun peningkatan jumlah tertinggi pengguna Whoosh terbentuk pada 5 Juli 2024. Saat itu KCIC melayani sebanyak 24 ribu penumpang per hari.
“Pada akhir pekan, perjalanan Whoosh didominasi oleh penumpang keluarga dengan anak-anak yang dimaksud ingin berwisata di Bandung maupun ke Jakarta,” kata Eva melalui pernyataan resmi, Selasa, 23 Juli 2024.
Kendati demikian, jumlah agregat penumpang Whoosh ini disebut-sebut masih berada pada bawah target yang dimaksud ditentukan PT KCIC. Sebelumnya, Eva menyatakan bahwa berdasarkan proyeksi Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi dan juga Layanan Rekayasa Universitas Negara Indonesia (Polar UI), PT KCIC memiliki target sekitar 31 ribu penumpang per hari.
Dengan demikian, maka jumlah total penumpang Whoosh pada waktu ini baru mencapai sekitar 50 persen dari target. Menurut Eva, target yang dimaksud ditetapkan untuk jumlah total perjalanan 68 KA per hari.
“Tapi itu (target) nomor penumpang untuk perjalanan 68 KA per hari. Sekarang (untuk Desember) perjalanan baru 40 KA per hari,” ujar Eva di mana dihubungi Tempo, Minggu, 31 Desember 2023.
Menurutnya, dengan okupansi yang mana mencapai 70 hingga 80 persen itu sudah ada merupakan bilangan yang dimaksud sangat baik. KCIC pun optimistis perkembangan jumlah total penumpang akan terus bertambah ke depan. “Kami optimistis,” tuturnya.
Terbaru, Eva mengungkapkan bahwa total perjalanan kereta cepat Whoosh terus bertambah di dalam 2024. Dari 14 perjalanan reguler per hari dalam Oktober 2023, pada saat ini bermetamorfosis menjadi 48 perjalanan reguler per hari sejak Mei 2024. Pada awal tahun 2025 ditargetkan jumlah total perjalanan kereta dapat mencapai hingga 62 per hari.
Eva mengatakan, PT KCIC terus meningkatkan pelayanan, di antaranya untuk penumpang anak, guna menggerakkan penambahan jumlah total pengguna. Bahkan, pada waktu ini stasiun Halim sudah ada dilengkapi dengan layanan arena bermain yang mana dapat digunakan oleh anak-anak ketika mengantisipasi keberangkatan kereta dalam lantai dua.
“Selain itu, KCIC juga mempunyai layanan bagi penumpang prioritas seperti lansia, penumpang sakit, diantaranya anak-anak yang melakukan perjalanan secara mandiri,” ujarnya.
Whoosh merupakan layanan kereta cepat pertama ke Indonesia. Melansir laman resmi KCIC, kereta ini ditetapkan sebagai salah satu Proyek Vital Nasional (PSN) lewat Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.
Pada 2 Oktober 2023, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmikan Kereta Kilat Pertama pada Indonesi juga Asia Tenggara ini di Stasiun Halim, Jakarta. Peresmian ini menandai telah lama usainya seluruh pembangunan proyek kereta cepat di dalam Indonesia lalu mengenalkan nama baru dari Kereta Kilat di dalam Indonesi yaitu Whoosh (Waktu Hemat, Operasi Optimal, kemudian Sistem Hebat).
Pembangunan proyek Kereta Cepat sekali Whoosh diperoleh dari dana pinjaman China Development Bank yakni 75 persen. Sedangkan 25 persen merupakan setoran modal pemegang saham, yaitu gabungan dari PT Pilar Sinergi BUMN Tanah Air (PSBI) sebesar 60 persen dan juga Beijing Yawan HSR Co. Ltd. 40 persen.
Adapun komposisi pemegang saham PSBI yaitu PT Kereta Api Tanah Air (Persero) 51,37 persen kemudian PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 39,12 persen. Lalu PT Perkebunan Nusantara I 1,21 persen, kemudian PT Jasa Marga (Persero) Tbk 8,30 persen. Adapun komposisi pemegang saham Beijing Yawan HSR Co. Ltd yaitu CREC 42,88 persen, Sinohydro 30 persen, CRRC 12 persen, CRSC 10,12 persen, kemudian CRIC 5 persen.
RADEN PUTRI | TIM TEMPO
Pilihan Editor: Sandiaga Jaminan Tiket Pesawat akan Turun sebelum Pemerintahan Jokowi Digantikan Prabowo
Artikel ini disadur dari Kereta Cepat Whoosh belum Mencapai Target 31 Ribu Penumpang per Hari





