Nasional

KY Belum Terima Surat Resmi Penolakan Komisi III DPR berhadapan dengan Usulan Calon Hakim Agung

JAKARTA Komisi III DPR dikabarkan menolak semua usulan calon Hakim Agung lalu hakim adhoc hak asasi manusia (HAM) yang mana diajukan oleh Komisi Yudisial (KY). Namun hingga pada waktu ini KY mengaku belum menerima surat resmi penolakan tersebut.

“Perlu kami komunikasikan juga bahwa sampai hari ini Komisi Yudisial belum menerima surat resmi dari DPR terkait penolakan semua usulan calon hakim agung juga adhoc HAM yang diajukan KY tersebut,” kata Juru Bicara KY Mukti Fajar Nur Dewata pada waktu konferensi pers di dalam kantornya, Ibukota Indonesia Pusat, hari terakhir pekan (16/9/2024).

Menurut Fajar, KY telah lama melayangkan surat terhadap Komisi III DPR yang mana berisi penjelasan bahwa proses seleksi hakim agung sudah sesuai dengan prosedur berlaku.

“Di mana surat yang dimaksud ditadatangani oleh Ketua KY Prof Amzulian Rifai pada Rabu, 4 September 2024 yang digunakan menyatakan bahwa proses seleksi calon hakim agung serta calon hakim adhoc HAM sudah memenuhi persyaratan yang mana ditetapkan Peraturan Perundangan juga juga Putusan MK,” katanya.

KY, kata Fajar, menghargai sikap Komisi III DPR di menanggapi usulan calon hakim agung. Namun, ia berharap, Komisi III DPR dapat memproses usulan calon hakim agung ke tahap fit and proper test atau uji kelayakan kemudian kepatutan.

“Tentunya Komisi Yudisial juga menghargai kewenangan serta tugas masing-masing lembaga, Komisi Yudisial serta DPR, lalu harapannya tentunya semoga usulan ini sanggup direspons dengan baik,” katanya.

Untuk diketahui, Komisi III DPR ebelumnya sudah menolak 12 calon hakim agung yang dimaksud diusulkan KY. Sikap diambil lantaran dua calon hakim agung diduga tak memenuhi persyaratan pengalaman paling sedikit 20 tahun menjadi hakim, termasuk paling sedikit 3 tahun menjadi hakim tinggi. Kedua calon itu yakni LY Hari Advianto juga Tri Hidayat Wahyudi untuk Hakim Agung Kamar Pengadilan Pajak.

“Jadi, dengan berat hati rapat uji kelayakan 12 calon hakim agung ini kita tunda lalu besok kami akan mengadakan rapat intern lalu akan memutuskan lanjutan dari uji kelayakan dua calon duta agung ini,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh, pimpinan sidang dalam Gedung Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2024).

Related Articles

Back to top button