Terkini Bisnis: Jokowi Setujui Badan Pengelolaan Kakao serta Kelapa Digabung dengan BPDPKS, Cerita Efek Banjir Tekstil Impor Cina Bagi Perajin Lokal
Jakarta – Berita terkini perekonomian lalu usaha hingga Rabu sore, 10 Juli 2024 dimulai dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyetujui pembentukan badan pengelolaan kakao dan juga kelapa digabung dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Kemudian informasi mengenai pemerintah merevisi aturan menyangkut pembebasan lahan pada Ibu Perkotaan Nusantara (IKN) sehingga tak merugikan warga terdampak konstruksi ibu kota negara baru Indonesia itu.
Selain itu berita tentang perajin sekaligus ketua klaster batik pada Diskusi Pembangunan Kondisi Keuangan Lokal Kota Kendal, Zahroni, memohon pemerintah segera atasi hambatan banjir tekstil impor yang mana marak belakangan ini. Berikut adalah ringkasan dari ketiga berita tersebut:
1. Jokowi Gabungkan Badan Pengelolaan Kakao serta Kelapa dengan Sawit
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyetujui pembentukan badan pengelolaan kakao dan juga kelapa digabung dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengonfirmasi hal ini usai rapat internal di dalam Istana Kepresidenan Ibukota pada Rabu, 10 Juli 2024.
Zulhas menjelaskan alasan penyatuan lembaga pengelolaan kakao juga kelapa dengan sawit adalah untuk pembibitan hingga riset. “Untuk subsidi silang. Paling kurang untuk pengembangan bibitnya. Mungkin nanti ada risetnya, tapi itu digabungkan ke BPDPKS sawit,” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini usai rapat.
Ia mencatatkan data dana pengelolaan BPDPKS Rp50 triliun rata-rata per tahun. Menurut beliau pungutan ekspor bagi kakao serta kelapa tidaklah akan ditagih lagi pasca digabung dengan BPDPKS.
Baca berita selengkapnya di dalam sini.
- 1
- 2
- 3
- Selanjutnya
Artikel ini disadur dari Terkini Bisnis: Jokowi Setujui Badan Pengelolaan Kakao dan Kelapa Digabung dengan BPDPKS, Cerita Dampak Banjir Tekstil Impor Cina Bagi Perajin Lokal





