Siapa Petinju dengan Pukulan Terkuat dalam Global Menurut Andy Lee?

Siapa petinju dengan pukulan terkuat pada dunia menurut Andy Lee? Mantan juara dunia kelas menengah WBO itu mengungkapkan sosok pemilik tinju terkuat justru beliau temukan ketika latih tanding (sparring) bukanlah ketika merajut karier profesionalnya yang tersebut berlangsung selama 11 tahun.
Lee memulai kariernya sebagai petinju amatir setelah kalah KO di area ronde kedua pada Olimpiade Athena 2004 oleh Hassan N’Dam N’Jikam, yang tersebut kemudian menjadi juara dunia. Setelahnya, Lee memutuskan untuk beralih ke tinju profesional. Ia pun bergabung dengan mendiang Emanuel Steward dalam Kronk Gym yang digunakan terkenal di tempat Detroit.
Karier profesional Lee segera melejit. Ia meraih peringkat juara super-menengah Irlandia di dalam pertandingan profesionalnya yang dimaksud ke-14, hanya sekali 20 bulan pasca debutnya. Namun, kemajuan Lee terhambat pada waktu ia kalah TKO mengejutkan dari Brian Vera di dua pertarungan berikutnya.
Lee berhasil membalas kekalahannya dari Vera pada tahun 2011, setelahnya mengklaim peringkat NABA juga NABF dalam kelas menengah. Ia kemudian bertarung melawan Julio Cesar Chavez Jr. untuk peringkat dunia kelas menengah WBC pada Juni 2012. Meski sempat unggul dalam tiga skor juri, Lee kembali kalah KO. Namun, Lee akhirnya meraih momen keemasannya pada tahun 2014 dengan mengalahkan Matvey Korobov yang dimaksud belum terkalahkan juga merebut sabuk WBO yang lowong.
Sayangnya, Lee tak berhasil mempertahankan sabuk tersebut. Pertarungan imbang melawan Peter Quillin berakhir tanpa peringkat setelahnya Quillin gagal mencapai berat badan yang disyaratkan. Lee kemudian kehilangan gelarnya pada 2015 pasca kalah di kebijakan mayoritas dari Billy Joe Saunders.
Melalui media sosial, Lee mengenang masa-masa latih tandingnya dan juga mengungkapkan bahwa Adonis Stevenson, mantan juara dunia kelas berat ringan jika Kanada, adalah petinju dengan pukulan terkeras yang digunakan pernah ia hadapi. Pengakuan ini muncul sebagai tanggapan menghadapi video highlight kemenangan KO Stevenson. “Mungkin ia (Adonis Stevenson, red) adalah pemukul terkeras yang digunakan pernah saya sparring,” tulis Lee.
Mengikuti jejak Emanuel Steward kemudian kelompok Kronk lainnya, Lee telah dilakukan membantu SugarHill Steward di melatih Tyson Fury pada beberapa tahun terakhir. Namun, Lee mengambil peran utama ketika ia ditunjuk sebagai ahli Joseph Parker pada tahun 2021 untuk pertarungan melawan Derek Chisora. Parker menang di tindakan split pada pertarungan pertama mereka, tetapi pada rematch tujuh bulan kemudian, Parker menunjukkan kemampuan tinju yang dimaksud mengesankan serta meraih kemenangan dengan kebijakan bulat.
Dalam beberapa bulan terakhir, pengetahuan Lee di dunia tinju semakin diakui. Parker menunjukkan peningkatan signifikan lalu kembali menjadi ancaman di area kelas berat. Kemenangan mengejutkan berhadapan dengan Deontay Wilder pada Desember lalu mengganggu rencana pertarungan antara Wilder lalu Anthony Joshua. Namun, kemenangan mayoritas Parker melawan “bogeyman” kelas berat Zhilei Zhang membuktikan kembali kemampuannya.
Kini, pada usia 32 tahun, Parker memegang peringkat temporer WBO kelas berat serta tampaknya siap untuk mendapatkan kesempatan bertarung bersaing untuk gelar kejuaraan penuh, baik melawan pemenang rematch antara Oleksandr Usyk juga Fury, atau untuk sabuk yang tersebut mungkin saja dilepaskan oleh keduanya pasca pertempuran kedua mereka.






