Danareksa Minta PMN Rp2 Billion untuk Biayai 5 Proyek, Termasuk KEK Ketahanan Pangan serta Daya dalam Merauke
Jakarta – PT Danareksa (Persero) memohon Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Mata Uang Rupiah 2 triliun untuk tahun anggaran 2025. Direktur Utama Danareksa Yadi Jaya Ruchandi mengemukakan PMN yang dimaksud akan dibagi untuk membiayai lima proyek.
“Kami mengusulkan Rp2 triliun untuk membaginya berubah menjadi lima proyek. Empat proyek adalah memang benar berubah menjadi core industri kami, yang kelima itu sifatnya penugasan,” kata Yadi pada rapat dengar pendapat bersatu Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Nusantara (DPR RI) di dalam kompleks Senayan pada Rabu, 10 Juli 2024.
Ia menyatakan PMN itu diantaranya digunakan untuk membiayai proyek pengembangan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) serta Kawasan Industri Makassar (KIMA). Tujuannya adalah mempercepat penanaman modal pada rangka scaling up Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mana di-inbreng-kan.
Kemudian, Danareksa juga akan menggunakan PMN yang disebutkan untuk proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di dalam Bandung. Proyek ini merupakan bentuk akselerasi target pemerintah terkait penyediaan akses air bersih.
Selain itu, juga untuk pengembangan Persero Batam Port Batu Ampar. Targetnya adalah mengubah ‘Singapore centric’ menjadi ‘Batam centric’ sebagai pusat pelabuhan peti kemas regional atau Batam. Terakhir, PMN Danareksa akan digunakan untuk perkembangan Kawasan Sektor Bisnis Khusus (KEK) Ketahanan Pangan dan juga Daya ke Merauke.
“Kemarin ditanyakan kenapa Danareksa masuk ke KEK Pangan juga Energi. Sebetulnya bukanlah itu poinnya, poinnya adalah kami diminta untuk mengkoordinasikan dan juga melakukan pengelolaan kawasan lapangan usaha dalam sana. Hal ini semata-mata merupakan katalisator supaya nanti ada pemodal yang dimaksud akan berinvestasi dalam kawasan on farm maupun off farm-nya,” kata Yadi.
Dalam paparannya, Yadi menyatakan pemberian PMN yang dimaksud akan bermetamorfosis menjadi katalisator bagi pengembangan usaha Danareksa dengan prinsip finansial yang digunakan lebih besar terukur untuk menyokong visi Tanah Air Emas 2045.
Penyaluran PMN untuk KEK Ketahanan Pangan serta Tenaga Merauke, SPAM Bandung, dan juga Persero Batam dikerjakan pada bentuk ekuitas melalui Danareksa. Sedangkan untuk pengembangan KIW juga KIMA, PMN disalurkan melalui kerjasama operasional lantaran tidak ada dapat disalurkan sebagai ekuitas untuk menyavoid dilusi kepemilikan saham pemegang saham lainnya. PMN juga tidaklah dapat disalurkan sebagai shareholder’s loan.
Yadi menjelaskan dampak kualitatif berhadapan dengan kelima proyek yang disebutkan meliputi penyerapan tenaga kerja selama periode pembangunan juga operasional, industrialisasi lalu transaksi teknologi, peningkatan penanaman modal ke kawasan juga kesetaraan pembangunan infrastruktur. Kemudian, kata ia juga berdampak terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia, pembaharuan sosial, peningkatan akses air bersih, pengembangan energi terbarukan, penurunan biaya logistik, modernisasi pelabuhan, hingga peningkatan penumbuhan produk-produk domestik regional bruto (PDRB).
: Belasan BUMN Bakal Diinbreng Danareksa, Ini adalah Penjelasannya
Artikel ini disadur dari Danareksa Minta PMN Rp2 Triliun untuk Biayai 5 Proyek, Termasuk KEK Ketahanan Pangan dan Energi di Merauke





