Otomotif

Perkembangan Taksi Otonom pada China Lebih Cepat sekali Dibanding Amerika

CHINA – Robotaxi juga memicu perasaan khawatir tentang keselamatan di area China. Meski demikian armada robotaxi terus “berkembang biak” oleh sebab itu pihak berwenang menyetujui pengujian demi menggalang tujuan ekonomi.

Tahun lalu, Presiden Xi Jinping menyerukan “kekuatan produktif baru”, yang tersebut memicu persaingan regional.

Beijing mengumumkan pengujian di dalam area terbatas pada Juni 2024 serta Guangzhou menyatakan bulan ini akan membuka jalan pada seluruh kota untuk uji coba kendaraan self-driving.

Beberapa perusahaan China telah dilakukan berupaya untuk menguji mobil otonom di area AS. Tetapi Gedung Putih akan datang melarang kendaraan dengan sistem yang tersebut dikembangkan China.

Wegscheider dari Boston Consulting membandingkan dorongan China untuk mengembangkan kendaraan otonom dengan dukungan terhadap kendaraan listrik.

“Begitu mereka (China) berkomitmen, pergerakannya sangat cepat,” ungkapnya.

Lobak Bodoh

Perkembangan Taksi Otonom di area China Lebih Segera Dibanding Amerika

China mempunyai 7 jt pengemudi taksi online terdaftar, naik dari 4,4 jt dua tahun lalu menurut data resmi. Taksi online menjadi pekerjaan yang tersebut berbagai dipilih selama dunia usaha melambat.

Pada Juli 2024, diskusi tentang hilangnya pekerjaan akibat robotaxi melonjak ke puncak pencarian media sosial dengan tagar termasuk, “Apakah mobil otonom mencuri mata pencaharian pengemudi taksi?”

Di Wuhan, Liu lalu pengemudi taksi online lainnya mengatakan kendaraan Apollo Go sebagai “lobak bodoh” – plesetan dari nama merek pada dialek lokal – mengungkapkan bahwa mereka itu menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Pengemudi Wuhan, Wang Guoqiang, 63, mengawasi ini jadi ancaman besar. “Taksi online adalah pekerjaan untuk kelas terendah,” katanya, sambil menyaksikan kendaraan Apollo Go parkir di area depan taksinya. “Jika Anda membunuh bidang ini, apa yang mana tersisa untuk dia lakukan?”

Baidu menolak mengomentari perasaan khawatir para pengemudi. Menanggapi pertanyaan tentang profitabilitas layanan ini, Baidu merujuk Sumber Berita Reuters pada komentar pada Mei lalu oleh Chen Zhuo, manajer umum Apollo Go.

Related Articles

Back to top button