5 Jenderal TNI-Polri yang digunakan Dikenal Sederhana lalu Tak Suka Hidup Bermewah-mewahan

JAKARTA – Ada beberapa nama jenderal TNI-Polri yang tersebut dikenal mudah lalu tak hidup bermewah-mewahan. Kisah-kisahnya menjadi inspirasi bagi para penerusnya sampai sekarang.
Layaknya sosok penting pada pemerintahan, penyandang pangkat jenderal di dalam TNI atau Polri umumnya juga mendapat infrastruktur dari negara. Tujuannya tak lain adalah untuk membantu pekerjaan atau aktivitas sehari-harinya.
Namun, hal yang disebutkan tak berlaku bagi banyak nama pensiunan jenderal TNI/Polri. Meski mempunyai hak untuk memiliki atau mendapatkannya, mereka memilih untuk tetap saja hidup di kesederhanaan.
Jenderal TNI-Polri yang digunakan Dikenal Sederhana serta Tak Hidup Bermewah-mewahan
1. Jenderal TNI (Purn) M Jusuf
Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Jusuf Amir merupakan tokoh militer kenamaan Indonesia. Puncak kariernya didapat ketika menjabat Panglima TNI periode 1978-1983.
Terlepas dari reputasi dan juga jabatan yang tersebut pernah diembannya, M Jusuf dikenal sebagai sosok sederhana. Salah satu kisahnya pernah diungkap pada buku Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.
Pada buku itu, Prabowo bercerita pernah mengunjungi rumah M Jusuf usai pensiun dari TNI. Rumahnya berada di dalam Jalan Teuku Umar, Ibukota Pusat.
Prabowo yang dimaksud waktu itu baru pecah bintang mengunjungi M Jusuf usai hadir di rencana laporan korps kenaikan pangkat untuk Panglima TNI Jenderal Feisal Tanjung. Ketika sampai di area rumahnya, beliau kaget oleh sebab itu tak ada yang tersebut berubah dengan perabotan pada rumah mentornya itu.
”Saya kaget semua furniture, kursi juga mebel yang ada pada rumah yang dimaksud serupa persis dengan yang tersebut dulu saya lihat pada 1982. Warnanya sudah ada terlihat sangat belel bahkan kursi-kursinya kemudian benang-benangnya sudah ada mulai lepas,” ujar Prabowo.
Dia juga mengungkap M Jusuf bukan mau membeli mobil baru. Dia bahkan tak mempunyai penjagaan ataupun ajudan yang menemaninya.
Melihat kondisi mentornya itu, Prabowo sempat menawarkan pengawal serta ajudan dari Kopassus. Jusuf merespons tawaran Prabowo dengan berjanji akan menghubungi jikalau membutuhkan pengawalan.
2. Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso
Jenderal Hoegeng adalah Kapolri ke-5 yang digunakan menjabat periode 1968 hingga 1971. Dalam riwayatnya, pria kelahiran 14 Oktober 1921 ini dikenal sebagai sosok polisi jujur, sederhana, dan juga mempunyai karakter mulia.



