Sebulan Terakhir Penelitian Astronomi pada Observatorium Bosscha Terganggu Lampu Sorot
Jakarta – Lampu-lampu sorot seperti senter besar yang tersebut mengarah ke langit mengakibatkan penelitian astronomi pada Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung, Jawa Barat terganggu. Menurut Kepala Observatorium Bosscha, Hesti Retno Tri Wulandari, gangguan mental itu telah berlangsung sekitar sebulan terakhir ini. “Sumber cahaya lampu sorot itu ada dari beberapa tempat berbeda,” katanya Jumat, 20 Juli 2024.
Sebuah tempat kejadian lampu sorot yang digunakan telah lama dipastikan yaitu berada di dalam tempat Lembang. Sementara dua tempat kejadian lainnya diduga di tempat Parongpong kemudian Gegerkalong. Pihak observatorium menurut Hesti, tidaklah secara langsung berpindah memeriksa di mana area lampu sorot itu yang dimaksud terlihat jelas sinarnya pada waktu di malam hari hari. “Kami tindak-lanjuti waktu siang hari, tidak ketika kejadian segera menggerebek,” ujarnya.
Lampu sorot itu menurut Hesti menyala selama acara pangsa di malam hari berlangsung juga bergerak-gerak menerangi langit. Akibatnya detektor teleskop kesulitan menangkap obyek-obyek langit akibat cahayanya lebih lanjut redup dari lampu sorot. “Jadi data yang tersebut terkumpul itu tidaklah bisa jadi dipakai akibat polusi cahaya,” kata dia.
Sementara kondisi langit di malam hari yang digunakan cerah, berubah menjadi waktu terbaik bagi para astronom khususnya di dalam Observatorium Bosscha untuk melakukan pengamatan serta penelitian. Karena gangguan jiwa sorot lampu itu, Hesti menempuh jalur resmi dengan menemui beberapa kepala desa seperti dalam wilayah Lembang. “Kami datang untuk menyampaikan surat terhadap beberapa desa dan juga desa-desa lain kami tembuskan suratnya sebagai imbauan agar yang tersebut seperti (lampu sorot) ini bukan diakomodasi,” ujarnya.
Hesti menegaskan pihaknya tak menentang kegiatan yang dimaksud berdampak ekonomi. “Tetapi kan boleh dibilang tiada ada kegunaannya lampu sorot ini, belaka memberitahu bahwa pada situ ada keramaian,” katanya. Sejauh ini ia belum mengetahui pasti apakah imbauan lewat surat ke kepala desa itu telah berhasil atau belum menghentikan pemakaian lampu sorot.
Lampu sorot dari salah satu pusat hiburan komunitas pada kawasan Lembang menciptakan pengamatan bintang di Observatorium Bosscha lumpuh. Lampu sorot mengontaminasi tangkapan instrumen pengamatan, mengakibatkan hampir keselurahan data pengamatan yang tersebut diambil dari teleskop tiada bisa saja digunakan. Observatorium Bosscha menghimbau semua pihak untuk menggunakan penerangan luar dengan bijak.
Tempo sudah ada berupaya menghubungi Kepala Dinas Perjalanan lalu Budaya Daerah Perkotaan Bandung maupun Daerah Bandung Barat, Sabtu, 20 Juli 2024. Namun panggilan ke nomor telepon seluler keduanya tak diangkat.
Artikel ini disadur dari Sebulan Terakhir Penelitian Astronomi di Observatorium Bosscha Terganggu Lampu Sorot





