Ogah-ogahan Bakal Tinggal ke Rumah Dinas IKN? Gibran Bilang Begini
Jakarta – Wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, pada waktu ditemui dalam Kantor DPRD Perkotaan Solo setelahnya mengunjungi rapat paripurna mengeksplorasi pengunduran dirinya, Rabu, 17 Juli 2024 tampak malas bicara mau bermukim di dalam mana setelahnya 21 Oktober 2024..
Hingga ketika ini, Gibran belum meyakinkan akan tinggal pada Ibukota Indonesia atau di dalam Ibu Perkotaan Nusantara disingkat IKN, pasca pelantikannya sebagai Wakil Presiden RI, 20 Oktober mendatang. Berikut fakta-fakta kabar Gibran yang ogah menempati rumah dinas dalam IKN.
1. Dalih mau muter-muter dan juga bisa saja tidur pada mana saja
“(Apa nanti di dalam Ibukota atau ke IKN?) Kan belum dilantik? Mungkin saya akan lebih tinggi banyak muter-muter,” kata beliau untuk wartawan.
Lalu pada waktu ditanya lebih besar lanjut apakah setelahnya resmi menjabat sebagai Wakil Presiden RI akan menempati rumah dinas di DKI Jakarta atau di dalam IKN, putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu juga tidaklah memberikan jawaban dengan gamblang. Ia justru mengaku mampu tinggal, tidur, hingga kerja dalam mana saja.
“Saya bisa jadi ke mana saja, dapat tidur dalam mana saja, mampu kerja dalam mana saja,” ucap ia enteng.
Saat ini pemerintah sedang menyelesaikan konstruksi Istana Presiden dalam IKN, sedangkan Istana Wapres belum dibangun. Kabar terakhir, ada revisi desain sehingga penyelenggaraan pembangunannya mundur.
2. Tetap tinggal ke Solo hingga SK Mendagri turun
Saat ini, pasca pengunduran dirinya sebagai Wali Perkotaan Solo, Gibran memverifikasi masih akan permanen berada di Solo, setidaknya sampai surat kebijakan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) turun.
“Masih di dalam Solo, anak-anak identik istri yang digunakan sudah ada pada Jakarta. Kan masih mengantisipasi surat langkah dari Pak Mendagri serta Pak Pj Pemimpin wilayah Jateng,” katanya.
Meskipun masih berada di dalam Solo, ia memverifikasi tugas-tugas Wali Pusat Kota Solo telah lama diserahkan pada Wakil Wali Daerah Perkotaan Solo, Teguh Prakosa. “Masih di dalam sini, tapi kegiatan sudah ada diampu oleh Pak Wakil yang akan menjadi wali kota definitif,” tutur dia.
3. Mau belanja masalah
Gibran juga mengutarakan akan memanfaatkan waktu tiga bulan mendekati pelantikan untuk mengetahui beragam permasalahan yang digunakan ada pada seluruh wilayah ke Indonesia.
Beberapa tempat yang akan diprioritaskan adalah di dalam luar Jawa, diantaranya Ibu Pusat Kota Nusantara atau IKN. Meski demikian, ia tiada akan meninggalkan wilayah ke Jawa seperti Ibukota Indonesia juga beberapa provinsi lain.
“Saya akan lebih banyak berbagai muter di dalam seluruh Indonesia, belanja masalah, menyelesaikan hambatan yang tersebut ada, khususnya dalam wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar),” katanya.
4. Jarang tempati rumah dinas dalam Solo
Selama menjabat sebagai Wali Pusat Kota Solo sejak 2020 diketahui memilih untuk tidaklah menempati Loji Gandrung Solo. Rumah dinas wali kota yang disebutkan semata-mata digunakannya untuk menerima tamu serta lebih banyak berbagai dimanfaatkan oleh komunitas untuk berubah-ubah kegiatan atau acara.
Saat ini, Gibran pun tak lagi menggunakan sarana negara yang dimaksud diberikan kepadanya selama menjabat Wali Pusat Kota Solo, di dalam antaranya mobil dinas Toyota Kijang Innova bernomor polisi AD 1 A. Saat meninggalkan Kantor DPRD Daerah Perkotaan Solo ke Balai Perkotaan Solo, ia memilih menggunakan mobil pribadinya, Nissan Juke warna putih serta bernomor polisi AD 1514 YU.
Gibran pun mengakui ke ruang kerja Wali Daerah Perkotaan Solo yang dimaksud ia gunakan bekerja selama 3,5 tahun itu cukup sejumlah dipenuhi barang pribadinya. Selain koleksi mainan, terdapat tumpukan buku bacaan, beberapa pada antaranya masih tampak tersegel.
MICHELLE GABRIELA | SEPTIA RYANTHIE | SAPTO YUNUS
Pilihan editor: Begini Kritik Pengamat Soal Mundurnya Gibran Sebagai Wali Daerah Perkotaan Solo
Artikel ini disadur dari Ogah-ogahan Bakal Tinggal di Rumah Dinas IKN? Gibran Bilang Begini





