Kemenhub: Menara suar simbol ketahanan navigasi maritim Nusantara

DKI Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa menara suar merupakan simbol ketahanan lalu inovasi, mencerminkan kekuatan sistem navigasi maritim Negara Indonesia di mempertahankan keselamatan pelayaran.
"Menara suar merupakan simbol dari ketahanan lalu perubahan di sistem navigasi maritim Indonesia," kata Kepala Distrik Navigasi Tipe B Kelas I Tanjung Priok Mugen S. Sartoto di Upacara Peringatan Hari Menara Suar yang diselenggarakan di Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, Minggu.
Dia menyampaikan bahwa setiap tahunnya pada tanggal 22 September, Tanah Air memperingati Hari Menara Suar sebagai pengingat akan pentingnya menara suar pada menjaga keselamatan pelayaran negara kepulauan terbesar di dunia.
Saat ini, Negara Indonesia telah terjadi mempunyai 285 menara suar yang dimaksud dikelola oleh 25 Kantor Distrik Navigasi yang mana tersebar pada seluruh wilayah Indonesia.
"Peringatan Hari Menara Suar yang ke-10 ini penting untuk mengingatkan kita akan tanggung jawab dengan pada mempertahankan kemudian merawat infrastruktur maritim, termasuk menara suar, sebagai bagian dari warisan budaya dan juga sejarah maritim bangsa," uja Mugen pada pernyataan pada Jakarta.
Mugen mengungkapkan bahwa pada peringatan keras Hari Menara Suar tahun ini mengusung tema "Cerlang Suar Penuntun Transportasi Laut Nusantara".
Ia menggarisbawahi bahwa menara suar tiada cuma berfungsi sebagai alat bantu navigasi, tetapi juga miliki peran penting di menggalang sektor pariwisata berkelanjutan.
Ia berharap kesempatan yang dimaksud juga dapat meningkatkan kekuatan komitmen insan perhubungan untuk setiap saat mematuhi aturan pelayaran kemudian merawat keberlanjutan dan juga keandalan menara suar.
"Melalui peran menara suar, kita akan terus berupaya mewujudkan keselamatan pelayaran lalu memberikan dukungan penuh untuk navigasi yang dimaksud aman kemudian efisien," lanjutnya.
Beradaptasi dengan perkembangan jaman, pada waktu ini menara suar sudah terintegrasi dengan teknologi modern seperti sistem GPS yang memungkinkan pemberian koordinat yang tepat kemudian secara real time.
"Oleh oleh sebab itu itu, informasi posisi menara suar terus-menerus terkini lalu dapat diakses oleh kapal yang digunakan membutuhkannya," tandasnya.
Ia mengingatkan bahwa menara suar pada pulau-pulau terpencil atau wilayah pulau terluar bukan belaka sekedar alat penunjang keselamatan pelayaran nasional.
"Menara suar merupakan simbol eksistensi pelayaran serta transportasi laut Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Mugen.
Artikel ini disadur dari Kemenhub: Menara suar simbol ketahanan navigasi maritim Indonesia






