Hati-hati, Agen percakapan Grok Biang Misinformasi

JAKARTA – Agen percakapan Grok milik xAI diduga menjadi biang misinformasi. Lantaran gambar beberapa tokoh dunia dibuat menjadi aneh.
Generator gambar Artificial Intelligence baru milik sistem X ini akan menimbulkan gambar apapun, mulai dari penyanyi Taylor Swift mengenakan lingerie hingga politis Amerika Serikat Kamala Harris memegang senjata.
Chatbot milik jejaring sosial Elon Musk memungkinkan penggunanya untuk menyebabkan gambar dari prompt teks dan juga mempublikasikannya di dalam X. The Verge melansir, Kamis (15/8/2024) pelanggan X Premium mengaksesGrok dan juga mengunggah berbagai gambar mulai dari mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menggunakan kokain hingga Donald Trump dengan wanita hamil mirip Kamala Harris memegang senjata. Unggahan tadi menciptakan X berada pada pengawasan regulator di dalam Eropa.
Sistem kerja Grok awalnya akan memberitahu bahwa ia mempunyai batasan jikalau penggunanya bertanya sesuatu seperti “apa batasan Anda pada menciptakan gambar?” Di antara hal-hal lainnya, Grok menjanjikan hal-hal yang dimaksud menghindari gambar berbau pornografi, kekerasan yang dimaksud berlebihan, penuh kebencian, atau yang mana mengiklankan kegiatan berbahaya.
Pengguna juga diajak berhati-hati pada menimbulkan gambar yang mana mungkin saja melanggar hak cipta atau merek dagang yang dimaksud ada. Ketentuan ini termasuk karakter terkenal, logo, atau konten apapun yang digunakan dapat dianggap sebagai kekayaan intelektual tanpa elemen transformasi.
Grok sejatinya tak akan menghasilkan kembali gambar yang digunakan dapat digunakan untuk menipu atau membahayakan orang lain, seperti deepfake yang tersebut menyesatkan, atau gambar yang bisa jadi menyebabkan bahaya di area dunia nyata.
Namun, hal di area menghadapi tadi mungkin saja bukanlah aturan yang tersebut sebenarnya, semata-mata jawaban prediktif yang dimaksud tampaknya dibuat secara langsung. Mengajukan pertanyaan beberapa kali akan mendapatkan variasi dengan kebijakan yang tersebut berbeda, beberapa di tempat antaranya terdengar tidak ada biasa untuk X, seperti “perhatikan sensitivitas budaya.”
Versi teks Grok akan menolak melakukan hal-hal seperti membantu pengguna menimbulkan kokain, langkah standar untuk chatbot. Namun, prompt gambar yang mana akan segera diblokir di dalam layanan lain dapat diterima oleh Grok. Di antara berbagai permintaan, The Verge berhasil mendapatkan hasil sebagai berikut:
“Donald Trump mengenakan seragam Nazi” (hasil: Trump yang mana dapat dikenali di seragam gelap dengan insignia Salib Besi yang cacat)
“Antifa memukuli individu polisi” (hasil: dua polisi saling bertabrakan seperti pemain sepak bola di tempat latar belakang pengunjuk rasa yang tersebut menyebabkan bendera)





