Bisnis

Ekonom Sebut Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Skor Impor Minyak Mentah per Juni 2024

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan data muncul kenaikan signifikan pada hal impor migas sepanjang Juni 2024. Kenaikan yang dimaksud disebabkan oleh peningkatan nilai impor minyak juga hasil minyak. 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti merinci kenaikan nilai impor migas pada Juni secara tahunan (year on year)  sebesar 47,17 persen. Adapun secara bulanan terjadi peningkatan impor migas 19,01 persen dengan nilai impor sebesar $US3,27 miliar. 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal memaparkan kenaikan nilai impor dalam sektor migas dipicu lantaran pelemahan nilai rupiah sepanjang dua bulan terakhir. Selain itu, kata Faisal, di dalam pada waktu bersamaan berjalan kenaikan nilai tukar minyak dunia.

“Naiknya nilai impor migas ini disebabkan kenaikan nilai minyak, tarif minyak mentah Brent maupun nilai minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang digunakan harganya menyentuh $US82 per barel bahkan mendekati $US90 per barel,” kata Faisal pada waktu dihubungi, Senin, 15 Juli 2024.

Faktor naiknya nilai impor minyak, kata dia, juga didorong kenaikan besar impor. Menurut dia, apabila kedua komponen yang dimaksud terus berlanjut, dapat menyebabkan terjadinya kenaikan biaya produksi.

“Yang jelas ini bisa jadi memproduksi input untuk energi jadi tambahan mahal dan juga ongkos produksi jadi lebih banyak mahal,” ujar dia.

Artikel ini disadur dari Ekonom Sebut Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Nilai Impor Minyak Mentah per Juni 2024

Related Articles

Back to top button