Faisal Basri Sebut Penunjukan Bahlil Jadi Menteri ESDM Memperlancar Proses Bagi-Bagi Tambang

JAKARTA – Ekonom Indef Faisal Basri mengomentari tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dimaksud menunjuk Bahlil Lahadalia menggantikan Arifin Tasrif menjadi Menteri Energi dan juga Informan Daya Mineral (ESDM).
Ia pun menduga bahwa penunjukan Bahlil ini membuka kesempatan Mantan Menteri Penanaman Modal itu untuk bagi-bagi izin tambang.
“Saya tidak ada tahu apa yang digunakan terjadi pada Pak Arifin, tapi ini kan memperlancar proses penguasaan tambang termasuk bagi-baginya ke siapa aja lagi akibat ormas kan tidaklah terbatas pada Muhammadiyah dan juga Nahdlatul Ulama (NU) cuma kan yang lain juga antri,” terangnya pada diskusi iskusi Publik INDEF Kemerdekaan kemudian Moral Politik Pemimpin Bangsa, Selasa (20/8/2024).
Faisal juga menilai bahwa kedepan pengelolaan tambang tidak ada lagi melalui jalur lelang, namun melalui penunjukan-penunjukan seperti itu.
“Jadi ya bagian rusaknya dari tatanan ini, tatanannya dirusak kemudian diperlukan sosok-sosok yang pokrol bambu gitu,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan kabar terbaru masalah pemberian izin tambang bagi organisasi penduduk (ormas) keagamaan, salah satunya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Izin untuk ormas tambang, untuk PBNU telah selesai kalau tak salah 3 sampai 4 hari lalu,” jelasnya di acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang tersebut dijalankan di dalam Gedung Sarulla Kementerian ESDM, Jakarta, Hari Senin (19/8/2024).
Bahlil bilang, PBNU nantinya tinggal menyetorkan Kompensasi Fakta Pengetahuan (KDI) yang mana ditransfer terhadap negara. “Kalau sudah ada selesai ya selesai. Kemudian muhammadiyah sekarang pada proses yang dimaksud juga sudah ada hampir selesai tentang lokasi,” lanjutnya.
Bahlil juga menegaskan bahwa walau dirinya mempunyai latar belakang sebagai entrepreneur tambang, namun dirinya berjanji, tidak ada akan memiliki konflik kepentingan dengan jabatan barunya tersebut.





