Depok Ungkap Kesepakatan Terkini di dalam TPPAS Lulut-Nambo: Operasional Akhir Juli, 50 Ton Dulu untuk 4 Daerah
Depok – Kepala Dinas Lingkungan Hidup serta Kebersihan Pusat Kota Depok Abdul Rahman mengungkapkan kalau Tempat Pengolahan dan juga Pemrosesan Akhir Sampah atau TPPAS Lulut-Nambo akan beroperasi akhir Juli. Bersama tenggat operasional itu, rapat koordinasi terakhir disebutkannya memutuskan Daerah Perkotaan Depok baru mendapat jatah 5 ton per hari.
Abdul Rahman mengatakan, untuk tahap awal, jumlah sesuai izin yang mana diberikan eksekutif Kota Bogor baru 50 ton untuk 4 area dari besar kemudian kapasitas TPPAS Lulut-Nambo yang perencanaannya sekitar 1.800 sampai 2.300 ton per hari. Adapun keempat wilayah itu adalah Kota Bogor, Daerah Perkotaan Bogor, Daerah Perkotaan Depok, lalu Pusat Kota Tangerang Selatan.
“Karena ini TPPAS regional, kemudian pembuangan ke sana akhir Juli ke minggu keempat,” katanya pada Ahad, 14 Juli 2024.
Abdul Rahman juga menjelaskan, dari 50 ton itu disepakati pula deviasi per truk sekitar 2,5 ton atau sekitar 10 dump truck. Jadi untuk Kota Bogor masih ditoleransi tambahan 4 truk, Pusat Kota Bogor 2 truk, Perkotaan Depok 2 truk, juga Tangerang selatan 2 truk.
Terkait anggaran juga mekanisme pembayaran, Pemkot Depok akan mengadakan rapat kembali sesuai isi kesepakatan regional yang tersebut terkini. Disebutkannya, TPPAS Lulut-Nambo direncanakan sebelumnya sudah ada beroperasi sejak 4 tahun lalu.
Foto udara Tempat Pengolahan serta Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo yang mana belum beroperasi di Wilayah Bogor, Jawa Barat, hari terakhir pekan 17 Mei 2024. Percepatan operasional TPPAS Lulut Nambo yang tersebut ditargetkan mampu mengolah 2.300 ton sampah perhari itu merupakan kepentingan lintas kabupaten/kota untuk melayani empat wilayah lintas provinsi, yakni Kota/Kabupaten Bogor dan juga Pusat Kota Depok (Jawa Barat), serta Perkotaan Tangerang Selatan (Banten) serta akan beroperasi pada Juni 2024 mendatang. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
“Pemkot Depok setiap saat menganggarkan untuk tipping fee sampai 2023. Karena tiada kunjung bisa jadi membuang ke TPPAS Lulut-Nambo, 2024 tak kami anggarkan,” kata Abdul Rahman. Sedangkan pada 2023, Pemkot Depok sudah ada menganggarkan Mata Uang Rupiah 15 miliar. “Daripada berubah menjadi SILPA lebih lanjut baik digeser untuk anggaran lain.”
Selanjutnya, untuk operasional pembuangan sampah ke TPPAS Lulut-Nambo mulai akhir Juli nanti akan ditalangi dulu oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. “Nanti mekanismenya boleh dilaksanakan pembayaran melalui ABT (Anggaran Belanja Tambahan),” kata Abdul Rahman menerangkan.
Untuk anggarannya dihitung per tonase. Komponennya sesuai perjanjian kerja serupa (PKS) oleh per individu kepala tempat senilai Mata Uang Rupiah 125 ribu per ton, kemudian kompensasi dampak sosial (KDM) Rupiah 12 ribu per ton ditambah operasional.
“Kalau operasional kan setiap ya, BBM, tol, kemudian penghasilan SDM, totalnya hitungan kita pada bilangan bulat Mata Uang Rupiah 157 ribu per ton,” katanya memaparkan untuk keperluan anggaran dari Pusat Kota Depok.
Ia berharap TPPAS lulut-Nambo segera operasional juga fungsional, artinya teknologi yang digunakan digunakan dapat dimaksimalkan untuk mengolah sampah. Hal ini juga tak lepas dari keinginan Perkotaan Depok yang sudah ada mengalami overkapasitas pada TPA Cipayung.
Alat berat ketika merapihkan gunungan sampah di TPA Cipayung, Depok, Jawa Barat, Senin, 13 Mei 2024. Dinas Lingkungan Hidup juga Kebersihan eksekutif Pusat Kota (Pemkot) Depok menghentikan sementara operasi pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung selama dua hari mulai Hari Senin 13 Mei hingga 14 Mei 2024 dikarenakan telah melebihi daya tampung (over) kapasitas sehingga mengakibatkan longsor. TEMPO/M Taufan Rengganis
Ditanya total ideal pembuangan sampah pada Depok, Abdul Rahman mengungkapkan sesuai PKS awal, kapasitas TPPAS Lulut-Nambo sekitar 1800 hingga 2300 ton, juga Depok akan mendapat jatah 750 ton per hari.
“Kalau sesuai kesepakatan ya, akibat kita pegang PKS itu, namun pada pelaksanaannya ada perubahan-perubahan,” ucapnya.
Artikel ini disadur dari Depok Ungkap Kesepakatan Terkini di TPPAS Lulut-Nambo: Operasional Akhir Juli, 50 Ton Dulu untuk 4 Daerah





