Bisnis

Awal Mula Ditemukannya Bahan Pengawet Kosmetik di dalam Roti Aoka lalu Okko

Jakarta – Masyarakat Indonesi akhir-akhir ini dikejutkan dengan kabar penemuan roti yang mana menggunakan bahan pengawet kosmetik, zat sodium dehydroacetate, di pengolahannya. Produsen makanan kemasan juga merek roti yang digunakan dimaksud yang disebutkan adalah roti Aoka lalu roti Okko.

Kedua merek roti kemasan itu diduga menggunakan sodium dehydroacetate agar tahan lama lalu tidak ada berjamur walaupun telah melintasi masa kedaluwarsanya. Menanggapi hal itu, produsen roti Aoka PT Nusantara Bakery Family membantah kabar yang beredar.

“Kami ingin menegaskan bahwa roti buatan kami tiada menggunakan garam dehydroacetate. Sebanyak 16 item kami telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Penyelesaian juga Makanan (BPOM),” ucap Head of Legal Nusantara Bakery Family Kemas Ahmad Yani di wawancara dengan Tempo, Rabu, 17 Juli 2024, disitir dari Majalah Tempo berjudul “Penjelasan Produsen Roti Aoka kemudian Okko mengenai Bahan Pengawet berbahaya.”

Senada dengan pihak roti Aoka, produsen roti Okko, PT Abadi Rasa Food juga membantah komposisi zat berbahaya di rotinya. Pengelola pabrik PT Abadi Rasa Food, Jimmy mengutarakan roti Okko mampu bertahan lama lantaran diproduksi pada ruangan yang tersebut berstandar internasional dan juga steril seperti ruang operasi rumah sakit.

“Roti sanggup tahan 60-90 hari sebab rute produksi yang mana higienis serta zat komponen yang mana telah ditetapkan sesuai dengan peraturan BPOM. Tempatnya harus bersih sekali, tiada boleh ada bakteri mirip sekali, sesuai dengan Cara Produksi Pangan Olahan yang tersebut Baik (CPPOB). Kuncinya ke pengemasan,” ucap Jimmy pada Selasa, 16 Juli 2024.

Lantas, bagaimana awal mula ditemukannya garam klorida dehydroacetate di dalam roti Aoka serta Okko? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Awal Mula Dugaan Ditemukan Sodium Dehydroacetate

Berdasarkan laporan Majalah Tempo berjudul “Bahan Pengawet Kosmetik pada Sepotong Roti,” disebutkan bahwa awal mula ditemukannya garam klorida dehydroacetate di roti Aoka kemudian Okko adalah setelahnya Paguyuban Roti kemudian Mie Ayam Borneo atau Parimbo melakukan uji laboratorium melawan kedua roti tersebut.

Ketua Parimbo Aftahuddin menjelaskan, pada awalnya ia menerima laporan dari anggota Parimbo ihwal peredaran roti yang tersebut tahan lama juga bukan berjamur identik sekali, meskipun telah dilakukan beberapa bulan melintasi tanggal kedaluwarsanya. Menurut sebagian koleganya, roti Aoka beredar di dalam Kalimantan Selatan sejak 2017. 

“Kian masif pada ketika pandemi Covid-19,” ujar pria yang mana juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Lingkup Perdagangan Kamar Dagang dan juga Industri Tanah Air (KADIN) Selimantan Selatan itu.

  • 1
  • 2
  • Selanjutnya

Artikel ini disadur dari Awal Mula Ditemukannya Bahan Pengawet Kosmetik di Roti Aoka dan Okko

Related Articles

Back to top button