Bisnis

Defisit APBN Diprediksi Rp609 Triliun, Ekonom Core Beberkan Dampaknya bagi Pemerintahan Prabowo

Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memprediksi anggaran pendapatan serta belanja negara atau APBN mengalami defisit Rp609,7 triliun dalam akhir 2024. Defisit berada pada level 2,70 persen terhadap komoditas domestik bruto (PDB) atau lebih tinggi membesar dari target APBN.

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengemukakan selisih kekurangan akan memberatkan masa awal pemerintahan presiden lalu wapres terpilih, Prabowo – Gibran. “Beban pertama yang mana terlihat adalah pembayaran pembiayaan utang baik pokok maupun bunga,” kata beliau untuk Tempo, Rabu 10 Juli 2024.

Beban utang menurut beliau akan meningkat pada masa transisi pemerintahan pada lima tahun awal. Ditambah, pemerintah juga punya tanggung jawab membayar utang jatuh tempo sebesar Rp800 triliun mulai tahun depan. Utang yang harus dibayar tiap tahun hingga 2027 yang dimaksud berasal dari pengunduran saat pandemi covid-19. 

Kondisi ini akhirnya harus menyokong pemerintahan baru untuk melakukan penyesuaian, khususnya mengakomodir permintaan untuk pembayaran bunga. Disamping itu, pemerintah berikutnya harus memanfaatkan ruang untuk permintaan belanja yang dimaksud sifatnya reguler maupun belanja inisiatif baru.

Yusuf menafsirkan pemerintah baru secara kebijakan pemerintah anggaran punya tanggung jawab untuk menjamin realisasi dana yang dikeluarkan tahun sebelumnya. Sementara pemanfaatan anggaran untuk inisiatif seperti bantuan pangan disorot masyarakat.

Agar defisit bukan makin melebar, ia memandang pemerintah penting menjamin asumsi makro di APBN 2024 hingga tahap realisasi, sesuai target. Ketika perkiraan meleset dan juga deviasinya sangat jauh dari yang digunakan ke tetapkan, akan berpengaruh pada defisit.

Defisit disebabkan oleh tidaklah seimbangnya belanja dan juga penerimaan. Realisasi pendapatan negara semester I tahun 2024 mencapai Rp1.320, triliun. Prestasi yang dimaksud terkontraksi 6,2 persen dibandingkan dengan periode yang tersebut identik pada tahun sebelumnya. Belanja negara mencapai Rp1.398,0 triliun atau naik 11,3 persen dari 2023.

: Grace Natalie Yakin Inisiatif Makan Bergizi Gratis Prabowo Tak Memperberat Fiskal: Kebijakan Hati-hati Tetap Dilakukan

Artikel ini disadur dari Defisit APBN Diprediksi Rp609 Triliun, Ekonom Core Beberkan Dampaknya bagi Pemerintahan Prabowo

Related Articles

Back to top button